Jelang Bhayangkara FC VS Arema FC: Debut Sulit Joko buat Arema FC

Jelang Bhayangkara FC VS Arema FC: Debut Sulit Joko buat Arema FC
Duel antara Bhayangkara FC kontra Arema FC, beberapa waktu lalu. (Foto:ist)

TOTALOLAHRAGA.com – Aji Santoso mundur, Arema FC kembali ke tangan Joko Susilo. Ini kesempatan ke-4 Joko jadi pelatih kepala Singo Edan. Tugasnya langsung berat. Joko dan skuatnya menantang maut di Bekasi, Bhayangkara FC.

Kiprah Arema FC di Go-Jek Traveloka Liga 1 2017 tak bisa dibilang istimewa. Bersama Aji, performa Cristian Gonzales dkk kurang menggigit. Sulit gelontorkan gol dan rapuh di belakang. Itu penyakit utama Singo Edan yang membuat juru taktik sekelas Aji pilih angkat koper.

Dari 17 laga putaran I, Arema FC 7 kali menang, 5 kali imbang, 5 kali tumbang. Defisit 1 gol (15-16), mereka parkir di urutan 7 klasemen dengan perolehan 26 poin. Mereka tertinggal 5 angka dari Madura United dan Bali United yang saling berimpitan di puncak.

Di tangan Aji, taring Singo Edan tumpul. Pada sejumlah laga yang mestinya menghasilan 3 poin, mereka justru tersandung. Terparah ketika mereka kalah 0-4 dari tuan rumah Persela Lamongan dalam Derbi Jawa Timur. Pil pahit itu masih tersisa di dada Aremania, pendukung setia Singo Edan.

Ironisnya, tuah Stadion Kanjuruhan pun tak lagi terjaga. Arema FC kerap kehilangan poin saat main di kandang. Dari 9 laga kandang, 3 kali mereka mentok. Mereka ditahan Madura United dan Perseru Serui tanpa gol, lalu menyerah 0-2 saat menjamu Persipura Jayapura.

Aremania pun gusar. Aksi klub kesayangan mereka tak gahar seperti ketika menjuarai ajang pramusim Piala Presiden 2017. Puncaknya terjadi Minggu (30/7). Pada laga penutup putaran I, Arema FC diganjal Pusamania Borneo FC 0-0 di Stadion Kanjuruhan. Gerah, Aji spontan menyatakan mundur.

Aji mengaku keputusan pergi dari Arema FC bukan karena desakan Aremania. Ksatria ia akui dirinya gagal melesatkan Singo Edan. Manajemen bergerak cepat. Joko didapuk sebagai suksesor Aji. Buat Joko, ini kali ke-4 dirinya dipercaya membidani Arema FC.

Selama ini, Joko beberapa kali berstatus caretaker. Ia menggantikan Wolfgang Pikal di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012, menggantikan Rahmad Darmawan di ISL 2013, dan menggantikan Suharno yang meninggal dunia di Torabika Soccer Championship, presented by im3 Ooredoo (ISC A) 2016.

Joko hadir, suasana internal Arema FC berubah. Optimisme merebak. Boleh jadi, itu karena Joko sangat mengenal seluk beluk lingkungan dalam Arema FC. Maklum, ia bersama Singo Edan sejak masih aktif bermain. Ia pun jadi bagian dari skuat ketika menjuarai kompetisi Galatama.

Pensiun sebagai pemain, Joko beralih jadi juru taktik. Ia mengawalinya di Akademi Arema. Ia terbukti bertangan dingin. Berkat polesannya, sederat pemain muda berbakat muncul dari Akademi Arema. Sebut saja Benny Wahyudi, Sunarto, Dendy Santoso, dan John Alfarizi yang kini usung Arema FC.

Pada 2007, Joko ditarik ke skuat senior Arema FC. Sejak itu, 3 kali ia jadi pengganti pelatih kepala dengan status caretaker. Itu karena level lisensi kepelatihannya belum memenuhi syarat. Kini, dengan lisensi kepelatihan AFC A di tangan, ia pun resmi duduki posisi pelatih kepala pengganti Aji.

Joko bangga sekaligus waspada. Sebab, tugasnya langsung berat. Di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Bhayangkara FC lebih maut. Selain demi menjaga posisi di urutan 4 dengan 30 poin, skuat besutan Simon McMenemy juga terpacu akhiri rapor buruk setiap menghadapi Arema FC.

Rapor Kandang Bhayangkara FC
Main: 8
Menang: 6
Imbang: –
Tumbang: 2
Poin didapat: 18
Poin terbuang: 24
Gol memasukkan: 14
Gol kemasukan: 7
Total poin: 30
Posisi: 4

Rapor Tandang Arema FC
Main: 8
Menang: 2
Imbang: 2
Tumbang: 4
Poin didapat: 8
Poin terbuang: 24
Gol memasukkan: 4
Gol kemasukan: 9
Total poin: 26
Posisi: 7