Bomber Tersubur di Putaran Pertama Gojek Traveloka Liga 1

Bomber Tersubur di Putaran Pertama Gojek Traveloka Liga 1

TOTALOLAHRAGA.com – Dalam mencetak gol, aura Eropa merasuk deras di Go-Jek Traveloka Liga 1 2017. Aura itu diembuskan Peter Odemwingie dan Syvano Comvalius. Mereka tergahar di putaran I. Denyut bomber lokal diwakili Lerby Eliandry.

Odemwingie, marque player Madura United, menggebrak sejak awal. Kendati baru pertama menjejak di belantara sepakbola Indonesia, ia tak gagap. Kariernya di usia produktif banyak dihabiskan di sejumlah liga kawasan Eropa, ia tetap trengginas saat berjibaku di ajang yang beda karakter.

Tampil 1.303 menit di 16 laga Madura United, Odemwingie menjaringkan 13 gol. Tiga di antaranya ia lesakkan lewat eksekusi penalti. Kontribusinya sangat membantu Laskar Sappee Kerrab di putaran I Go-Jek Traveloka Liga 1 2017.

Odemwingie tak sendirian. Ia berimpitan dengan Comvalius. Bomber beraura Eropa milik Bali United itu juga melaju kencang, bahkan boleh dibilang lebih spesifik ketimbang Odemwingie. Tampil 1.482 menit di 17 laga Serdadu Tridatu, Comvalius mencetak 13 gol. Tanpa gol penalti.

Comvalius pun lebih stabil dari Odemwingie. Ujuk tombak asal Belanda berpostur 192 cm itu tak pernah absen membobol gawang lawan di 7 laga terakhir. Meski begitu, Odemwingie tetap punya kelebihan. Eks pilar West Bromwich Albion itu bisa bikin gol dari jarak jauh atau lewat tipuan tak terduga.

Dari sisi klub, efek kehadiran dan peran Comvalius di Bali United setara Odemwingie di Madura United. Produktivitas Comvalius mengatrol skuat besutan Widodo Cahyono Putro hingga melesak ke jalur pacu juara. Juga kantongi 32 poin, Bali United hanya kalah head to head dari Madura United.

Kiprah hebat Odemwingie dan Comvalius sekaligus mengerucutkan klimaks rivalitas panas di putaran I ke 2 kubu saja: Madura United dan Bali United. Pacu kuda mereka meminggirkan PSM Makassar dari puncak ke posisi di bawah Persipura Jayapura, Bhayangkara FC, dan Persija Jakarta.

Kegarangan Odemwingie dan Comvelius sebagai mesin gol coba dijejaki Alberto ‘Beto’ Goncalves, juru gedor Sriwijaya FC. Tapi, ketajaman dan kelihaian Beto menggiring bola dari samping ke tengah, lalu merusak tatanan benteng pertahanan lawan, tak diiringi akselerasi apik Laskar Wong Kito.

Pergantian arsitek dari Osvaldo Lessa ke caretaker Hartono Ruslan belum jadi solusi paten. Sriwijaya FC masih berkutat di papan bawah. Beto pun tak maksimal. Hingga 17 laga Sriwijaya FC di putaran I tuntas, Beto hanya bisa gelontorkan 10 gol.

Di bawah 3 besar klasemen top skor putaran I, ada 3 bomber yang menghasilkan 9 gol. Mereka adalah Marclei Cesar Chaves (Mitra Kukar), Lerby (Pusamania Borneo FC), dan Reinaldi Elias da Costa (PSM). Artinya, hanya Lerby yang mewakili bomber lokal dengan tingkat kesuburan mumpuni.

Lerby ibarat oase di tengah paceklik gol bomber lokal di putaran I. Ia memang menyita perhatian sejak beredar di kompetisi kasta tertinggi pada 2015. Sayang, aksinya terhenti setelah mencetak 3 gol dalam 2 laga karena kompetisi tak berlanjut. Kini, ia punya kesempatan membubung lebih tinggi. (**)